Selasa, 09 Oktober 2012

Sistem Keamanan Jaringan GSM


GSM (Global System for Mobile) adalah standar eropa untuk komunikasi selular digital. GSM adalah telepon selular digital pertama setelah era analog.  Masalah dari sistem analog adalah  kemungkinan untuk melakukan pengkloningan telepon untuk melakukan panggilan telepon terhadap orang lain dengan maksud penipuan, selain itu sistem analog juga berpotensi dapat melakukan penyadapan (eavesdrop) panggilan telepon. Jaringan GSM bertujuan untuk memperbaiki masalah tersebut dengan mengimplementasikan autentifikasi yang kuat antara telepon selular dan MSC (mobile service switch center), mengimplementasikan enkripsi data yang kuat pada transmisi udara antara MS dan BTS.
GSM dideklarasikan pada tahun 1982 pada European Conference of Post  and Telecommunication Administrations (CEPT). Lebih lanjut, sejarah GSM sebagai standar komunikasi digital disepakati dalam GSM MoU pada tahun 1987, dimana 18 negara sepakat untuk mengimplementasikan jaringan selular yang berbasis GSM. Pada tahun 1991 Jaringan GSM pertama kali muncul. 
Sistem keamanan yang ditawarkan dalam jaringan GSM meliputi autentifikasi, kerahasiaan data dan sinyal, serta kerahasiaan pengguna.
Gambaran secara umum system kemanan pada jaringan GSM terletak pada Kerahasiaan data dan sinyal dilakukan dengan melakukan enkripsi dengan algoritma tertentu. Pada umumnya algoritma yang dipakai dalam system keamanan jaringan GSM adalah algoritma A3, A5 dan A8. Enkripsi tesebut dilakukan pada data yang ditransfer antara telepon selular dengan BTS (Base Transceiver Station).
Algoritma A3 adalah algoritma autentifikasi dalam model keamanan GSM. Fungsi A3 yaitu untuk membangkitkan response yang lebih dikenal dengan SRES sebagai jawaban dari random challenge yang dikenal dengan RAND. Algoritma A8 adalah algoritma yang berfungsi untuk membangkitkan kunci sesi pada sistem keamanan GSM. Algoritma A5 adalah cipher aliran yang digunakan untuk mengenkripsi pesan dalam transmisi udara.